Selasa, 09 Oktober 2012

jobsheet kopling manual

Nama Sekolah : Lembaran Job Sheet Jurusan : Teknik Otomotif Pokok Bahasan : Sistem Kopling Mata
Nama Sekolah : SMK N 1 Gunung Talang
Lembaran Job Sheet
Jurusan : Teknik Otomotif
Pokok Bahasan : Sistem Kopling
Mata Pelajaran : Kompetensi
Kejuruan Mekanik Otomotif
Topik   : Memeriksa dan mengukur komponen kopling manual
Pertemuan : ke -1
Waktu : 4 x 45 menit

A.    Tujuan
1        Siswa dapat mengetahui komponen dari kopling manual.
2        Siswa dapat memeriksa dan mengukur komponen dari kopling manual.
3        Siswa dapat membongkar dan memasang komponen dari kopling manual.

B.     Alat dan Bahan
1        Alat
a.       1 unit tool box
b.      1 unit jangka sorong
c.       1 unit kunci momen
d.      1 buah meja kerja
e.       1 buah palu plastik

2        Bahan
a.       1 unit kopling manual stand
b.      1 buah kapur tulis

C.    Keselamatan dan kesehatan kerja
1        Pakailah baju praktek saat bekerja.
2        Gunakan alat sesuai SOP.
3        Bekerjalah pada tempat yang lapang.
4        Perhatikan selalu instruktur pembimbing.
5        Kembalikan alat pada tempatnya



D.    Teori singkat
Kopling adalah suatu elemen mesin yang mentransmisikan daya dari poros penggerak (driving shaft) ke poros yang digerakkan (driven shaft), dimana putaran inputnya akan sama dengan putaran outputnya. Tanpa kopling, sulit untuk menggerakkan elemen mesin sebaik-baiknya. Dengan adanya kopling pemindahan daya dapat dilakukan dengan teratur dan seefisien mungkin.Kopling diletakkan antara mesin dan trasnmisi. Kopling adalah satu bagian yang mutlak diperlukan pada mobil-mobil bensin maupun diesel, dimana penggerak utamanya diperoleh dari hasil pembakaran di dalam silinder mesin.
E.     Langkah Kerja
Sebelum membongkar unit kopling haruslah terlebih dahulu melepas komponen-komponen lain yang menghalangi seperti: unit propeller, unit transmisi dan Sistem pemindah lainnya.
A.  Langkah pembongkaran
Unit Kopling segera di lepas langkah-langkahnya:
a.       Longgarkan baut pengikat pada clutch cover secara menyilang persatu


2
 






Gambar 1. Melonggarkan baut pengikat






b.      Gunakan alat penahan/press untuk menekan clutch cover menahan tekanan pegs kopling.
Gambar 2. Menekanan clutch cover
c.       Lepaskan secara perlahan clutch cover dan lepaskan clutch cover
Gambar 3.Melepas clutch cover
d.      Lepaskan pin dan release lever
Gambar 4. Melepas pin dan release lever
B.  Pemeriksaan dan pengukuran komponen
a.       Release bearing
Pemeriksaan pertama yang dapat dilakukan adalah secara Visual, adalah dengan melihat apakah ada kotoran, luka goresan/terbakar/retak.Jika kotor dibersihkan, tergores bisa dibersihkan dengan amplas..


3
 





                                   Gambar 5.Pemeriksaan release bearing

Hasil :

b.      Pemeriksaan plat penekan
Memeeriksa secara visual permukaan gesekan plat tekan dengan melihat apa ada keausan berlebihan,goresan atau kotoran.

Gambar 6.pemeriksaan plat tekan

Hasil                       :

c.       Pemeriksaan kerataan plat penekan
dan feeler gauge untuk mengukur kerataan plat penekan dengan mistar baja .
Limit = 0,3 mm
Gambar 7.Mengukur kerataan plat penekan.
Hasil :

d.      Pemeriksaan rumah kopling
Memeeriksa secara visual rumah kopling kalau ada retakan,goresan atau kerusakan lain.
Gambar 8.memeriksa rumah kopling

Hasil :


e.       Pengukuran keausan Pegas
Mengukur  kedalaman dan lebar keausan bekas gesekan release bearing.
Kedalaman Maksimal = 0,6 mm .
lebar maksimal            = 5,0 mm.


4
 






Gambar 9.Pengukuran ke ausan pegas

Hasil :
f.       Pengukuran panjang pegas penekan
Gambar 10.Pengukuran panjang pegas
Standar:
Limit:
Hasil:
g.      Pengukuran kesikuan pegas penekan
Gambar 11.Mengukur kesikuan pegas
Standar:
Lumit:
Hasil:
h.      Mengukur tekanan pegas penekan
Gambar 12.Mengukur tekanan pegas penekan.
Standar:
Limit:
Hasil:

i.        Pemeriksaan plat kopling
1)      Memeriksaan secara visual, dengan melihat pegas-pegas torsi apakah ada yang lemah,retak atau patah.

Gambar 13.Memeriksa pegas torsi
Hasil :

2)      Memeriksaan secara visual pada kanvas kopling, dengan melihat apakah ada kotoran, luka bekas gesekan/terbakar, tergores atau retak.
Gambar 14.Memeriksa kanvas kopling
Hasil                :

3)      Memeriksan dan mengukur kedalaman paku keling dengan jangka  sorong.
kedalaman minimal = 0,3 mm,


5
 
           





                           Gambar 15.Pengukuran ke dalaman paku keeling

Hasil    :
                       









C.     Pemasangan
a.       Pasangkan pin dan release lever
Gambar 16.Memasang pin dan release lever
b.      Keraskan baut pengikat sesuai dengan momen spesifikasi pengencangan yaitu berkisar 195 kg cm atau 19 N-m



6
 





               
Gambar 10 .Pemasangan unit kopling
c.       6Setelah unit kopling terpasang dengan baik, pasangkan release lever shaft, release lever dan release bearing pada dudukannya dengan sebelumnya diberikan sedikit gemuk/grease khusus pada beberapa bagian yang bergesekan.







                                                       
           
Gambar 11.Pelumasan bagian-bagian unit kopling

d.      Setelah unit kopling terpasang, rakitlah/pasang unit transmisi, propeller shaft dan release cylinder.



7
 



           






Gambar 12. Konstruksi letak unit kopling pada kendaraan

F.      Analisa data

1        Memeriksa release bearing.
Hasil :
2        Memeriksa plat penekan secara visual.
Hasil :
3        Mengukur kerataan plat penekan.
Hasil :
4        Memeriksa rumah kopling secara visual.
Hasil :
5        Mengukur keausan Pegas.
Hasil :
6        Mengukur panjang pegas penekan.
Hasil :
7        Mengukur kesikuan pegas penekan.
Hasil :
8        Mengukur tekanan pegas penekan.
Hasil
9        Memeriksa secara visual pegas-pegas torsi.
Hasil :
10    Memeriksa secara visual pada kanvas kopling.
Hasil :
11    Mengukur kedalaman paku keling.
   Hasil :

G.    Kesimpulan
..............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

P......................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar